Physical Address
Kp. Gandayayi RT.01 RW.05
Desa Cibiuk Kaler Kecamatan Cibiuk Kaler
Kabupaten Garut
Physical Address
Kp. Gandayayi RT.01 RW.05
Desa Cibiuk Kaler Kecamatan Cibiuk Kaler
Kabupaten Garut

Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk jagat digital yang tak pernah berhenti berdetak, sebuah kabar bahagia menyita perhatian publik pada Minggu (7/12/2025). Amanda Zahra, sang selebgram dan mantan korban perselingkuhan yang selama tiga tahun terakhir mencuri simpati warganet, akhirnya membuka lembaran baru dengan melangsungkan pernikahan dengan Adli, pria pujaan hatinya. Unggahan foto pernikahannya dengan balutan kebaya putih khas Sunda langsung membanjiri timeline X dan Instagram, bahkan membuat frasa “MAMAH NIKAH” menjadi trending topic di Indonesia.
Sebelum namanya melambung di media sosial, siapa sangka bahwa di balik kecantikan dan karirnya sebagai influencer, Amanda menyimpan latar belakang pendidikan yang mengagumkan. Berikut adalah profil singkatnya:
| Detail Profil | Keterangan |
|---|---|
| Nama Lengkap | Amanda Nur Alliyah Zahra |
| Tanggal Lahir | 8 Mei 1996 (29 tahun) |
| Latar Belakang Pendidikan | Sarjana Kedokteran Universitas Gadjah Mada (Lulus 2018) |
| Status Pernikahan Terbaru | Menikah dengan Adli (7 Desember 2025) |
| Anak | 1 orang (Laith) dari pernikahan sebelumnya |
| Akun Media Sosial | Instagram: @aamandazahra, X: @amndzahra |
Perjalanan hidup Amanda Zahra bagai sebuah drama series yang penuh liku. Sebelum dikenal sebagai “Mamah Amanda” oleh ratusan ribu pengikutnya, ia adalah seorang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2018. Latar belakang pendidikannya yang mentereng ini sering kali menjadi bahan kekaguman warganet, yang melihatnya tidak hanya sebagai sosok cantik, tetapi juga cerdas dan berprestasi.
Kehidupan Amanda berubah drastis ketika pada tahun 2020 ia menikah dengan Guiddo Ilyasa Purba. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai seorang putra bernama Laith. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Pada pertengahan 2022, jagat maya digemparkan oleh pengakuan seorang akun anonim tentang dugaan perselingkuhan Guiddo dengan seorang aktris muda berbakat. Isu ini kemudian mengerucut dan menyeret nama aktris Arawinda Kirana, pemeran film Yuni (2021), ke dalam pusaran kontroversi.
Pascaperceraian yang resmi pada tahun 2022, Amanda Zahra memilih untuk bangkit. Ia menghapus jejak kebersamaan dengan mantan suami dari media sosial dan fokus mengasuh anaknya sebagai single parent. Justru dari titik nadir inilah, popularitasnya meroket.
Warganet, terutama kaum perempuan, memberikan simpati dan dukungan yang luar biasa. Mereka mengidolakan Amanda yang dinilai semakin “glow up”, kuat, dan percaya diri setelah melewati masa sulit. Julukan seperti “hot mom” dan “spek anime” pun melekat padanya.
Amanda pun dengan cerdas memanfaatkan platformnya untuk membangun karier sebagai influencer. Ia aktif membagikan keseharian, review skincare (seperti Skintific dan Lavojoy), hingga konten-konten inspiratif lainnya. Kredibilitasnya sebagai dokter dan kesan personalnya yang relatable membuat engagement di akunnya sangat tinggi, dengan salah satu unggahannya di X pernah dilihat lebih dari 9 juta kali.
Setelah sekitar dua tahun menjadi ibu tunggal, Amanda Zahra memutuskan untuk menikah lagi. Sosok pria bernama Adli berhasil memenangi hatinya. Yang menarik, Amanda sangat menjaga privasi hubungan barunya ini. Hampir tidak ada kemesraan mereka yang diumbar di media sosial, sehingga kabar pernikahan yang tiba-tiba diumumkan pada 7 Desember 2025 mengejutkan banyak pihak.
Acara akad nikah yang sederhana digelar dengan tema Sunda. Amanda tampak memesona dalam kebaya putih dengan riasan pengantin khas Sunda, sementara Adli berdiri gagah di sampingnya. Foto-foto kebahagiaan mereka langsung viral. Banyak warganet yang berkomentar bahwa sang suami adalah pria yang sangat beruntung. Bahkan, karena begitu banyaknya pengagum Amanda, hari pernikahannya dijuluki sebagai “hari patah hati nasional” oleh netizen.
Kisah Amanda Zahra, dari awal kemunculannya hingga pernikahannya, juga menyoroti sebuah fenomena jurnalistik di era digital. Menurut sebuah artikel dari Indonesiana.id, media sosial telah menjadi episentrum informasi yang menciptakan dilema antara kecepatan dan akurasi. Tekanan untuk menjadi yang pertama memberitakan (seperti saat isu perselingkuhan atau kabar pernikahannya) sering kali berisiko mengabaikan proses verifikasi yang cermat.
Selain itu, batas antara kehidupan pribadi narasumber dan konsumsi publik menjadi semakin kabar. Meski Amanda adalah figur publik, etika jurnalistik menekankan pentingnya berimbang, tidak menghakimi, dan menghormati privasi. Dalam hal ini, pemberitaan tentang Amanda Zahra umumnya diwarnai simpati dan dukungan, sebuah sisi humanis yang menonjol dari drama viral yang melingkupinya.
Perjalanan Amanda Zahra dari seorang dokter, korban perselingkuhan, single parent yang inspiratif, hingga akhirnya menjadi pengantin bahagia, adalah sebuah narasi tentang resilience dan harapan. Ia membuktikan bahwa setelah hujan terburuk, selalu ada pelangi yang menanti. Selamat menempuh hidup baru, Amanda dan Adli!
Referensi Utama: